Working at Home Mom..

Kamis, 7 Januari 2010 hari terakhir gw kerja di DGFI setelah 2tahun 7bulan bolak balik Jatiwaringin-Bandara Soekarno Hatta tiap hari…
Sebenernya sebelum2nya sih jarak dan waktu tempuh not a big deal…tapiiiii…semenjak ada si mbil shahlaa ini…kok ya gimanaaaaa gitu…
Dari waktu cuti melahirkan itu sih emang udah kepikiran buat ‘dirumah aja’..tapi berhubung saat itu masih ada kewajiban yang masih belum bisa dilepas..yah..terpaksa bersabar sambil pikir2 plus minus nya, diskusi sama abang untuk kelanjutannya…dan tak disangka tak dinyana..abang setuju banget rencana gw untuk ‘dirumah aja’ atau ‘dirumah dulu’ ini !!!

Dan yaaaaa….jadilah gw sekarang bisa nemenin & ngurusin shahlaa tiap hari..kangen juga sama kegiatan ‘pumping’ dikantor…nelfonin oma sehari bisa 3x buat sekedar nanya “Ma..Shahlaa udah minum berapa? lagi ngapain?” hihihi…yah..ternyata emang begitulah kegiatan ibu2 dikantor yang pikirannya masih ketinggalan dirumah😀

Alasan lain yang bikin gw akhirnya working at home yang notabene nonstop 24jam (dipotong tidur malem yang juga harus kebangun nyusuin shahlaa) dibanding kerja kantoran yang ‘cuma’ 8jam itu selain niat tulus dan ikhlas ngurusin my little family sambil insya Allah nabung pahala..gw pengen juga ikut bantuin abang ngga cuma bantuin ngabisinnya doang..hehehe..(ngerti dooonk!!!) yah insya Allah apapun bisnisnya yang penting Hallalan Toyyiban ^^

Ternyata jadi ibu rumah tangga ngga semudah yang dibayangkan..kalo boleh jujur ya capek..tapiiiiii….blesssss…kebayar semua sama senengnya punya quality time and also quantity nya juga donk ya sekarang sama shahlaa…
gw mau terus ‘mengenal’ shahlaa…’belajar’ dari shahlaa…’ajarin’ shahlaa…karena memang semenjak ada shahlaa yang selalu ngajarin gw banyak hal..terutama ‘sabar’..
Insya Allah..kita sama2 belajar ya nak…

Rasulullah saw bersabda:
“…Tak ada seorangpun perempuan yang hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah azza wa jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan, dan setiap rasa sakit yang ia rasakan pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin. Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)

Aminnn…Subhanallah…
Alhamdulillah ya Allah gw dikasih kesempatan dan kemampuan untuk memberikan air susu yang memang menjadi hak setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini atas izin Mu..dan Insya Allah bisa terus berlanjut sampai tiba waktu nya untuk ‘weaning with love’…

Love you mbill…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s